smile

share for smile

Keluarga Baru



Putri unyu :)

Hampir delapan buan ini, ada warna baru dalam keluarga saya. Setiap hari pasti terdengar ocehan dan tawa si kecil, Putri. Dia anak bungsu dari adik ibu saya. Meski perempuan, Putri tak jauh berbeda dengan kakaknya, Fira. Saat Fira kecil, ia tak mau pakai bando atau aksesoris yang perempuan banget. Nah, Putri juga sama. Bedanya, Putri anteng kalau pakai topi dan jilbab hehe. Jadi inget masa kecil seseorang :p

Melihat tawa si kecil, selalu memberikan kebahagiaan tersendiri. Kehadiran Putri adalah anugerah besar. Tawa, lucunya benar-benar mampu menggerakkan hati. Saya jadi memahami, ada sebuah perubahan di sini. Perubahan saling mengerti.

Tawa Putri ternyata juga berbanding lurus dengan gerutuan Fira hehe. Adek saya yang satu ini sepertinya tidak siap memiliki seorang adik. Awal ketika sang adik lahir, ia senang bukan kepalang sampai ikut bolak-balik ke rumah sakit. Tapi, ketika sang adik sudah mulai tumbuh, ia selalu menggerutu.

Ada saja yang digerutukannya. Misalnya saja, ketika ayahnya mengendong sang adik, ia langsung bilang “Ayah kebih sayang adik”. Atau ketika ada anggota keluarga yang lain yang ingin mengendong, langsung tidak diperbolehkan. Nah, sama halnya saat ibunya bilang “anakku Putri sayang”, dia langsung manyun 5 cm di pojokan haha.

Saya melihat, kehadiran Putri juga mempengaruhi psikologis Fira. Muncul perasaan iri, keinginan untuk lebih diperhatikan dan lebih disayang. Inilah pentingnya peran orang tua dalam memberikan pemahaman juga memberikan contoh sikap. Bagaimana harus bersikap adil, bagaimana menunjukkan bahwa perhatian itu sama. J

Labels : Free Wallpapers | Supercar wallpapers | Exotic Moge | MotoGP | Free Nature | car body design

Kalau Saja...



7 November 1995, tiba-tiba ingatan itu menyeruak, memahami satu per satu peristiwa yang pernah terlewat. Hanya tanggal itu, bukan yang lain? kenapa? Ada satu jawaban yang pasti. Bahwa kerinduan itu luar biasa adanya. Saya rindu, teramat rindu, itu saja. 

Kalau saja...
Ah, tak boleh melontarkan 'kalau saja', karena semua telah menjadi suratan takdirnya. Setiap keping kebahagiaan juga kesedihan, semua keping peristiwa membuat kita belajar untuk selalu bersyukur. Alhamdulillah :-)

Labels : Free Wallpapers | Supercar wallpapers | Exotic Moge | MotoGP | Free Nature | car body design

Cinta Itu Memberi


  
Cinta, Kata ini kedengaran begitu melankolis, sentimentil, puitis sekaligus dramatis. Ketiganya sering menjadi adonan runyam serta renyah sehingga kehadirannya tidak bisa dijelaskan oleh bahasa apa pun. Maka, ungkapan bahwa cinta itu misteri, merupakan ungkapan klise dari ketidakmampuan kita untuk menerangkan secara alamiah.
-Anis Matta-

Itu adalah ungkapan Anis Matta ketika menjelaskan sebuah kata yang banyak menyeruak hati manusia. Ungkapan itu menjadi salah satu bagian kisah yang diuntai Anis Matta dalam bukunya Serial Cinta. Di sini, ia tak mengumbar cinta yang banyak menjadi bualan remaja zaman sekarang. Anis menggambarkan cinta pada banyak makna dan peristwa.

Seperti ketika Khalid bin Walid yang mencintai jihad di jalan Allah, juga Umar bin Khatab yang mencintai rakyatnya. Pun ketika seorang ibu amat mencintai anak-anaknya, ia memperhatikan, merawat, dan melindungi dengan keikhlasan luar biasa.

Anis juga menceritakan bagaimana cinta dan perang itu saling berkaitan. Kita bisa lihat dari perbedaan perang yang dipimpin Nabi Muhammad dan Adolf Hitler. Perang yang dilandasi cinta di Jalan Allah akan berbuah pada suatu kebajikan.

Cinta juga dikisahkan Anis antara Nabi Muhammad dengan Siti Khadijah dan Aisyah. Tampak, cinta datang dari beberapa hal. Ada yang dari kematangan jiwa, ada pula dari sikap lainnya. Semua dituturkan dengan kata-kata indah oleh Anis.

Anis mengartikan bahwa cinta adalah memberi. Memberi banyak kebaikan pada orang-orang di sekitarnya. Bahwa, seseorang merasakan kenikmatan nurani luar biasa ketika bermanfaat untuk banyak orang. Dan, pemberian yang pertama diberikan bila untuk sesama manusia adalah perhatian. Orang yang mampu memberikan perhatian pada orang lain berarti ia telah bebas secara psikologis.

Buku ini bagus untuk dibaca. Banyak kisah dan pemahaman yang selama ini tidak begitu kita ketahui tentang satu kata itu, bisa kita dapat menelaah setiap cerita yang dituturkan Anis.
--------------------------------------------------------------
Alhamdulillah, akhirnya saya khatam sebuah buku juga setelah sekitar dua bulan tidak membaca. Membaca itu butuh suatu ke-istiqomah-an. Kalau sudah terbiasa, bakal jadi kebutuhan. Nah, sepertinya saya belum mencapai tahap itu hehe.

Dulu, masa-masa SMA saya benar-benar dipenuhi dengan buku. Hampir tiap hari saya ke perpustakaan, cari buku atau sekedar baca koran. Saya juga sering pinjam buku di tempat peminjaman yang letaknya sekitar 200 meter dari sekolah. Setidaknya setiap minggu, saya pinjam 2 sampai 4 buku. Kalau lagi keranjingan, seminggu bisa enam buku. Ah itu dulu, sebelum sekumpulan drama korea menyerang huhu.

Kakek bilang, kebiasaan membaca bukuku itu tertutup dengan hal baru yang kutemui saat kuliah. Entah dari mana awalnya, gue lupa. Yang jelas, saya tiba-tiba menjadi bagian dari pencinta drama korea, RUNNING MAN (haha),dan lagu korea. Sampai-sampai saya jadi penyebar virus korea. Teman ITS Online yang awalnya tidak suka, jadi ikut-ikutan keranjingan. Oh men, salahku ya? >,<

Nah, gara-gara itu, buku menjadi soal sekian. Tiap minggu, saya tidak lagi mencari-cari daftar buku yang mau dibaca, tapi mencatat drama apa yang mau di-download dan ditonton hahaha. Jadi inget, dulu pas tingkat 3 sering minta drama dari junior laki-laki di jurusan. Dia punya drama seabrek haha. Drama korea menyerang tanpa pandang bulu.

Tidak membaca buku itu ternyata mempengaruhi sistem kerja otak. Jadi lebih lambat dan malas. Coba baca sebuah buku, rasakan setelah buku yang kamu baca itu kelar. Pikiran menjadi aktif dan produktif. Satu lagi, menyelesaikan buku juga membuat saya punya tingkat produktifitas menulis yang lebih. Nah, lebih baik memang kita menggunakan energi untuk hal-hal positif.

Ketika energi kita tidak digunakan untuk kerja-kerja besar, maka perhatian kita segera tercurah kepada masalah-masalah kecil

Alhasil, inilah akhirnya. Kakek meminjamkan 6 bukunya untuk saya kelarkan, o lalalala. Buku itu diberikan sejak bulan Juli tapi baru dua buku saja yang kelar hehe. Buku Anis Matta sendiri saya dapat dari mbak kos. Wah, semoga, saya semangat menyelsaikan satu per satu buku ini. Dan, istiqomah J

13 Nov 2013

Labels : Free Wallpapers | Supercar wallpapers | Exotic Moge | MotoGP | Free Nature | car body design

Odong Jilid 1


Tahu nggak perbedaannya odong, polos, oneng, dongdong, dan odong-odong? Ah, saya sangat tau lho perbedaannya. Anak Tk juga tau kali apa itu odong-odong, tapi mereka belum tentu tahu apa itu odong haha. Istilah ini juga baru saya ketahui ketika saya beranjak ALAY, ketika orang-orang di sekitar saya alay. Dan mau tak mau, saya pun ikut ketularan alay-nya. (rasanya sekarang sudang level 10).

Oke, stop bahas alay. Saya mau bahas kepolosan saya yang terjadi beberapa waktu lalu. Terhitung dua kali sejak bulan lalu, saya salah menggunakan benda kecil nan mujarab bernama ATM. Ceritanya, waktu itu saya lagi lapar. Ingin beli penyetan enak di Keputih, saya baru sadar tak ada uang sepeserpun di dompet. Alhasil, saya langsung ambil kartu ATM BNI di dompet. Saya kantongi, langsung tancap gas ke ATM di Sakinah pusat.

Yak, ke-odongan-an baru ketauan ketika saya masuk ruang ATM. Kebetulan, saya bertemu Bapak Adrian, bagian dari keluarga Lab Elkim. Beliau lagi di ATM sebelah saya.

Saya: Lho, kok kartu ATM-nya nggak mau masuk. (Mengeluarkan, mencoba memasukkan lagi)
Saya: (mengubah arah kartu jadi sebaliknya) Lho, kok tetep gak bisa?
Bapak: Kenapa ka?
Saya: kartu ATM-nya nggak bisa masuk pak (sambil bingung pangkat 100)
Bapak: Lho, kok kartunya gitu?
saya: (ngelihat kartunya) shock!!!
Bapak: hahaha

Setelah saya shock, saya pamit duluan dengan si Bapak, langsung cabut. Kenapa saya shock?! Gila pek, yang saya bawa itu bukan kartu ATM BNI. Tahu nggak kartu apa yang nangkring di tangan saya? Hiks, kartu Rumah Sakit Haji. Bisa-bisanya saya dengan pedenya masukin kartu rumah sakit ke mesin ATM. Berharap uang yang telah dibayarkan  buat rumah sakit bisa keluar di mesin ATM kali ya hahaha. Sudah jelas warna kartunya beda, eh kok bisa salah ambil? Saya jadi merasa benar-benar POLOS hahaha

Pesan penting:
Jangan taruh kartu rumah sakit di dompet. Jika tidak, kejadian ini bakal menghampiri anda hehe


Labels : Free Wallpapers | Supercar wallpapers | Exotic Moge | MotoGP | Free Nature | car body design

One Day at Mojokerto

Trip-trip-trip :-)
Udah terlewat sih, tapi gue pingin nulis soal ini hehe

Sekitar 3 bulan lalu, saya ke Mojokerto bersama seorang sahabat. Janji yang entah kapan dibuat dan baru terealisasi saat itu. Saat cuaca lagi setengah tak bersahabat. Haha, agak alay. Tapi emang bener lho, hujan lagi hobi turun kapanpun dan di mana pun. Mikir positifnya sih, alhamdulillah, perjalanan jadi adem gara-gara si hujan hehe.

Katanya, di Mojokerto banyak candi-candi unik dan tempat-tempat mengenai sejarah. Jadi gandrung ke sana deh. Sahabat saya satu ini paling suka sama hal berbau sejarah. Gara-gara dia, saya jadi tau beberapa museum di Surabaya. Misalnya nih, museum kesehatan alias museum santet yang mistis, museum di tugu pahlawan yang jadi tempat anak-anak SD, dan museum mpu tantular di Sidoarjo. Maklum, meski lama di Surabaya, saya berasa anak kalem yang nongkrongnya cuma di kampus dan kos haha.

Jam 7.30 kita berangkat. Berbekal jas hujan, motor, dan duit. Kayaknya lupa bawa bekal deh. Asyik juga naik motor sejauh itu ke tempat yang belum pernah kita kunjungi. Bayangin saja, dua kali kegiatan di Mojokerjo, saya gak bisa ikut gara-gara ‘sesuatu’. Jadinya, saya seneng bisa jalan-jalan ke sana. Tepatnya, sekitar ... km (titik-titik diisi sendiri ya, saya gak tau. Terlalu asyik di motor haha) dari Kota Surabaya.

Tujuan awalnya sih, museum trowulan. Sekitar 3 jam waktu yang dibutuhkan buat sampai di sana. Itu dikurangi waktu ngendon di warung gorengan buat nunggu hujan reda. Sahabat saya ini juga pinter ngeliat gerak awan. Tau aja kalau hujan mau turun. Saya sih terlalu polos untuk itu haha.

Yak, ini dia museum trowulan. Selamat datang! :-)

Gile abis, museum ini lebih gedhe ketimbang dua museum yang saya sebutkan tadi. Luas banget. Di pintu masuk, kita sudah disambut beberapa patung dan stupa besar. (Heran, fotonya gak bisa dibuat tegak huhu)









Cekidot!   



Keren-keren euy!

Usai dari musem, kita langsung memilih bakso buat menu makan siang. Coba aja kamu keliling museum trowulan, dijamin langsung laper haha. Tapi, poin plusnya, kamu bakal merasakan nikmatnya makan di saat lapar hohoho. Kita udah melototin peta letak candi-candi lain di kawasan musem. Pinginnya sih,  semuanya bisa dikunjungi. Tapi, gak mungkin, hiks.

Perjalanan lanjut di gerbang, gue lupa namanya. Yang jelas keren beud. Kata sahabat saya, itu tempat  cocok buat pre wed,. NGEK!!! Di sini, kalian hanya perlu bayar seribu rupiah untuk parkir dan dua ribu rupiah untuk tiket masuk. Setelahnya, kalian bebas. Mau motret sampe jungkir balik, mu foto di atas rumputnya yang bagus juga boleh. Cuma, ada satu larangan. Kalian nggak boleh naik ke atas gerbang hahaha
 
Gerbang 
tempat prewed haha


Hari sudah semakin siang. Usai Sholat Dhuhur, kami menuju candi tikus. Bagus rek, di bawah permukaan laut. Saya jadi langsung pingin naik ke atas. Ikut-ikutan anak kecil hehe. Sahabat saya sih, gak mau naik, Cuma asyik motret sana sini.
ada sampah botol huks

 
Maunya, setelah candi ini, masih ada candi-candi lain, tapi waktu sudah benar-benar gak memungkinkan. Akhirnya, kita ke pacet. Ada dua air terjun setinggi 70 meter di sana. Air terjun krapyak dan (lupa namanya). 70 meter euy, semangat turun dan mendaki bukit.




Hujan  baru saja turun, sepanjang jalan terlihat basah. Tapi, kalau melihat gunung yang indah di seberang, rasanya semua jadi tak masalah. Sok-sokan nih gue hehe. Di sini, tempat yang enak buat berpikir lho haha. Ahya, sambil makan kacang yang dibeli sebelum perjalanan ke air terjun, tempat ini jadi sempurna buat nongkrong (lebay :p)







Yak, perjalanan di Mojokerto berakhir. Semangkok soto ayam yang selalu asli Lamongan dan segelas top coffe, menjadi penutup manis di sana. Tapi, perjalanan belum berakhir, di Surabaya , kita tetep lanjut ke-alay-an dengan jalan-jalan di THR haha.

            Semoga lain waktu bisa berkunjung candi dan air terjun di Malang :-)

Labels : Free Wallpapers | Supercar wallpapers | Exotic Moge | MotoGP | Free Nature | car body design

Dodol dan Dodong :-)

Saya lagi seneng nih guys. Coba tebak kenapa? Hehehe (kumat alay). Maunya, saya berbagi kesenangan lewat tulisan sejak Senin dua minggu lalu. Tapi mau gimana lagi, saya lagi sok sibuk, sok hibernasi, sok kharismatik, dan sok-sok lainnya. Baru deh kesampean sekarang. Terlambat gapapa kan, daripada tidak sama sekali hehe...

4 Maret lalu, saya gak milad. Gak habis menang lotre juga. Pokoknya, gak ada sesuatu hal yang membuat saya kejatuhan buah durian tiba-tiba. Hari itu saya rapat redaksi ITS Online seperti biasa. Kelar rapat pun pulang ke kos seperti biasa (emang mau pulang kemana lagi? Hehe)

Nah, sesampai di kos, ada yang ngasih bungkusan unyu. Gak terduga isinya soalnya dibungkus pake koran plus nongol kabel data yang baru dipinjam. Asli, gak nyangka. Isinya sepasang lampu lumba-lumba unyu. Jadi inget, dulu saya pernah ngidam lumba-lumba mini yang dibuat si encep buat tugas akhir, tapi gak boleh diminta huhu. Dan, lampu lumba-lumba ini mirip banget, cuma lebih unyu sih.

Saya emang suka lumba-lumba. Menurut gue, lumba-lumba itu binatang yang unyu bin gemesin banget. Coba lihat badannya yang gedhe itu haha. Gue pingin punya boneka mulai dari ukuran mini sampe yang jumbo segedhe manusia. Saya baru punya yang ukuran 2/4, warnanya biru. Ada lagi warna pink, ukuran ¾. Ini juga pemberian dari ITS Online saat saya sakit. Nah, belum punya yang ukuran ¼ dan 4/4 haha
lumba-lumba 3/4

lumba-luma 4/4 di toko huhu (cuma bisa dilihat dalam diam)
 Lampu lumba-lumba unyu ini udah masuk kategori 1/4. Kapan ya punya yang ukuran 4/4, mahal sih. Cuma diliatin aja deh di toko (kasian banget!!!)
unyu :-)
Terima kasih ya buat sepasang lumba-lumba unyu-nya. Tapi, belum kepikiran namanya haha. (saran nama dari si pemberi: dodol dan dodong atau dolay. Sesuai yang punya, katanya -_-)



Labels : Free Wallpapers | Supercar wallpapers | Exotic Moge | MotoGP | Free Nature | car body design

Si Bapak

Hari ini, masih sama. Saya menjalani rutinitas makan dengan peraturan bersyarat 3x sehari. Sekali dilanggar, oh men, mungkin saya kembali menjalani kunjungan singkat di hotel ter-wah. (ah, saya belum tulis soal ini, sabar ea).

Pagi sudah menunjukkan pukul 09.00. Saya bersiap cari sarapan sekaligus ingin melihat keberadaan bapak penjahit. Bukan karena saya mau menjahitkan baju, tapi karena janji membantu kakek untuk wawancara beliau. Maklum, kakek bilang, saya orangnya supel (itu mah gue udah tau dari dulu haha ups), sedangkan dia sangat pemalu (yah, dia memang Pe-makan me-lulu hehe).

Sebenarnya, saya agak sangsi bisa menemui si bapak. Alasannya simpel, saya jarang melihat bapak itu. Terakhir kali, sosoknya tertangkap sudut mata saya adalah tepat setelah Kerja Praktek (KP). Dan, oh meeeen, itu lima bulan yang lalu. Terlebih lagi, baju saya fine-fine saja, tak perlu ada yang pingin dijahit. 

Tapi, karena dasarnya si kakek ini ngotot bilang bapaknya masih setia buka tempat jahit di sebelah sakinah, saya mau coba tengok ke sana. Padahal kos saya tepat sebelah sakinah 2 ya, kok saya ndak tahu? Ini gue yang begok, gak update, gak geol, atau gimana?

Akhirnya, tepat pukul 09.10 saya nangkring di ibu penjual lontong depan sakinah, sambil nanya-nanya singkat.

S: Bu, bapak penjahit sudah buka belum ya?
I: Yang biasa jahit di depan situ (sambil menunjuk tukang kunci)?
S: iya bu.
I: Yang sempat pindah ke gang pasar?
S: iya bu. (saya mengiyakan terus ya)
I: Oh, bapak yang rajin ke masjid itu kan?
S: iya bu, yang setiap mendengar adzan langsung berangkat ke masjid.
I: Oh, bapaknya baru saja meninggal.
S: (Shock) Innalillahi, kapan bu?
I: Belum sampai 30 harinya ini.
S: speechless.

Ah, entah kenapa memori saya langsung terkuak tentang bapak satu ini. Saya baru tahu, namanya Pak Sholeh, dari perbincangan itu. Padahal, sudah setahun lebih saya berinteraksi dengan beliau. Saya terbiasa memanggil Bapak, menganggap beliau bapak saya sendiri. Beliau ramah, suka guyon, dan suka bercerita, khas orang tua. 

Pernah suatu ketika, ia bercerita tentang keluarganya, kehidupan anaknya, sakitnya, dan banyak hal lainnya. Meski terkadang, saya bingung sendiri, apa yang membuat si bapak begitu terbuka pada saya. Tapi, satu hal. Saya suka mendengar ceritanya, sembari menunggu jahitan kelar. Saya pun suka dengan kesabarannya. 

Dari beliau, saya sering mendapat petuah. Terlebih, soal sabar yang kata orang tidak ada batasnya. Dalam keadaan apapun, kita harus sabar. Begitu katanya. Saat bercerita soal sakit yang pernah mendera hingga absen menjahit 30 hari lamanya, beliau pun berkali-kali menyebut si sabar. "Allah itu menguji kita karena tahu kita pasti melewatinya. Sakit ini tidak seberapa. Jadi, kudu ikhlas, sabar, dan bersyukur," katanya saat itu, entah saya lupa kapan tepatnya.

Bapak itu selalu tersenyum, untuk semua hal yang terjadi di sekitarnya. Permasalahan dengan salah seorang anggota keluarga pun hanya ditanggapi dengan seulas senyum. "Masalah itu bukan untuk di-suudzan-i. Makin mikir negatif sama Allah, malah makin runyam." Ah, jujur, saya kagum, benar-benar kagum.

Pernah saya datang menjahit dengan muka ditekuk pangkat seribu, si bapak lagi-lagi malah tersenyum. "Ayo ikut ke masjid, tenangkan hati dan pikiran. Atau mau jaga alat jahit saya ini di sini?" katanya sembari guyon. Pak Sholeh, beliau dikenal begitu rajin sholat berjamaah. Adzan berkumandang, pasti beliau langsung bergegas. Alat jahit dan baju-baju yang ingin dipermak itu seolah tak dihiraukannya. Katanya, begitulah caranya bersyukur.

Sekarang, saya tak bisa menjumpai sosoknya. Serangan jantung, begitu kata para tetangga di gang pasar menyebutkan alasan. Ada yang bergejolak di hati saya ketika mendengar 'serangan jantung. Sesuatu hal serupa, 17 tahun lalu, pernah membuat saya ingin menjadi dokter spesialis jantung. 

Bapak, wajar kan saya menangis? Saya masih ingin bergurau dan mendengar petuah bapak. Juga main ke rumah bapak seperti janji bapak saat itu. Entah kapan itu, suatu saat saya ingin datang ke rumah yang selalu bapak banggakan itu. Semoga amal ibadah bapak diterima di sisi Allah. 


22 Januari 2013

 



Labels : Free Wallpapers | Supercar wallpapers | Exotic Moge | MotoGP | Free Nature | car body design