smile

share for smile

Kecewa

Jujur saja, saya bukan lah orang yang lantas mudah kecewa dengan hal yang ada disekitar saya. Jika itu terjadi  hanya sekali dua kali, oke akan saya maklumi. Tapi, lebih dari itu, layaknya orang brkepribadian ganda, saya bisa menjadi sosok lain yang siap menerkam anda. 

Sejak awal saya memutuskan menjadi bagian tempat ini adalah karena saya menyukai bidang ini. Bahkan, dorongan dari sang kakak yang piawai dibidang ini dua tahun sebelumnya pun selalu datang. Hingga saat ini. Wajar, jika saya memang lebih nyaman sharing dengannya.

Setahun lalu, saya tak nyaman dengn tempat ini. Dengan segala atmosfernya yang membuat hati ini sering naik-turun kesalnya. Sedikit-sedikit disalahkan tak bisa mengikuti ritme anggota yang lain. Bagaimana saya bisa mengikuti gaya hedon-hedon seperti itu? oh no..TAK BISA!!! Sekali tak bisa mengikuti acaranya karena ada alasan lain pun yang lebih prioritas dan mendesak pun diomel dan dituduh-tuduh.

Wajar, hingga akhir saya berada di tempat itu, saya tak menemukan apa yang saya cari. Yah, saya hanya mencoba bertahan dan menikmati tanpa ambil pusing sekumpulan di sekitar saya. Nah, saat ini, saya berada di tempat yang sama pula. Jujur saja, awalnya, saya tak yakin akan berada di tempat ini kembali. Why? jelas, rasa tak nyaman, kecewa yang sempat datang itu masih membekas. Namun, saya masih ingin memberikan sedikit yang sadat setahun silam untuk tempat ini. Saya tulus benar-benar ingin melakukan.

Meski, saat itu, saya tengah didera dilema. Antara keluarga, diri saya, dan mereka. Ada hal yang membuat saya harus berpikir berkali-kali, mengiyakan atau melepas semua. Namun, akhirnya, saya putuskan menerima dan mau berada di tempat itu.Awalnya, saya senang, menikmati setiap detik bersama mereka. Teringat janji mereka, menerima segala syarat yang pernah saya utarakan. Termasuk 30% waktu saya yang bakal lebih saya berikan untuk pekerjaan.

Yah, mereka menerima itu semua, termasuk sederetan orang-orang yang "katanya" mau membantu. Oke, saya percaya itu. Saya jalani semua dengan ikhlas, satu-persatu. Masalah pelik mulai muncul ketika satu dari anggota tempat ini tak melakukan amanah sebagaimana seharusnya. Saya mencoba maklum. Mungkin pula saya terlalu sabar. Saya hanya ingin bisa memahami mereka. Ketika mereka tak bisa, ya sudahlah biar saya kerjakan saja. Bersyukur Allah masih memberi energi lebih untuk kesana kemari.

Tapi, semalam, sungguh tak terduga. Dia marah-marah ke orang yang selama ini tiada henti membantu saya. Kenapa tidak langsung sms saya saja? Yah, wajar mungkin dia tidak berani. Maaf ya Allah, saya sempat marah semalam. Saya biarkan jemari sahabat lainnya membalas sms itu dengan kata-kata sopan yang yah cukup menyakitkan. 

*****
Tempat ini telah tak kondusif. Asas kekeluargaan yang katanya ingin diusung rasanya ikut terbawa angin entah kemana ujungnya. Susah senang bersama, katanya. Bila ada yang tak kelar, bakal dibantu. Yah, sekali lagi, itu katanya.

Kemarin saya semakin tak melihat itu. Ketika orang yang selalu membantu saya mengerjakan kewajiban terkait amanah itu belum kelar tugasnya, ia dituduh berbohong dengan aneka alasan. Saat itu, saya benar-benar tak bisa menahan marah. Kenapa? Kita bekerja tanpa dibayar. Melakukan semua dengan rasa ikhlas. Mencoa memberikan yang terbaik. Ketika suatu hl tidak sesuai, tolonglah kataka "ayo saya bantu". Bukan malah "Tadi bilang gini, sekarang gitu. Trus nanti alasan apa lagi. Tanggung jawablah,"

Saya tahu betul dia tidak berbohong dan saya pun tahu betul dia lebih sakit hati ketimbang saya yang membaca smsnya. Semua merongrong dia karena saya sedang sakit, sebagian yang belum kelar diminta di dia. Padahal, dia juga baru sakit. Ayolah rek, mengerti. Ketika kamu hanya bisa menuntut dengan cara yang menurut saya bikin emosi, mana bisa kamu mengungkit-ngungkit janjimu dulu.

Satu hal lagi yang membuat saya lebih kecewa adalah pemimpin yang dia tak bisa menjaga emosinya di depan orang lain. Seorang teman, yang telah menjadi bagian orang-orang yang membantu saya diperlakukan seperti itu. Jujur, saya lah orang yang tidak terima. Bagi saya, dia sudah mengerjakan tugasnya dengan lebih baik ketimbang lainnya. Tapi apa kata sang pemimpin? mau melayangkan pengganti? haha..boleh saya tertawa? sungguh miris....

Sejak awal saya dengan pribadi pertama yang kalem sudah membahas ini. Saya tegaskan berkali-kali. Tapi, tak bisakah dia mengerti? Oke, di tempat ini kita memang menemui berbagai karakter orang. Saya belajar memahami semua karakter itu. Tolonglah rek, bersikaplah dewasa. Kalau apa yang saya utarakan hanya seperti angin belaka, ya sudahlah kita tak sejalan. Silahkan lakukan penggantian seperti yang ingin Anda lakukan. Tapi, jangan heran jika detik itu juga saya akan melayangkan surat.

Huft, jujur saya tak ingin marah, kecewa, kesal, dan perasaan negatif lainnya. Tapi, saya hanya manusia biasa yang bisa merasakan itu semua ketika kalian benar-benar menguji tanpa henti.

Saya jadi bingung, apa sih arti keluarga yang kalian maksud? saya tak temukan itu. Ketika saya sakit dan berkata maaf tak bisa membantu, sms saya hanya dianggap angin pula. Tak ada satu saja balasan. " Cepat sembuh"

Bayangkan lagi, ketika saya terdampar diinfus di rumah sakit, sms yang saya terima sungguh tidak terduga. Ya Allah, maaf, maaf saya kecewa. Maaf ....

Semoga saya bisa tersenyum dan melapangkan hati. Terima kasih untuk ITS Online.
I'm grateful, i have family that made me always smile and happy. Thanks, ITS Online, as my real family.




Labels : Free Wallpapers | Supercar wallpapers | Exotic Moge | MotoGP | Free Nature | car body design

Story from yesterday!!!

Kemarin itu hari yang fantastis. Dimulai dengan pagi hari, saya merasakan kondisi tubuh kembali tak fit. Padahal, hari sebelumnya saya sudah bisa sedikit guyon dengan orang-orang disekitar saya. Muntah-muntah kembali, smua pun terasa pahit, kepala pusing tak karuan. Tapi, saya hanya diam. Padahal perut pun turut berontak hebat. Sakit, sungguh.

Oke, sesuai nasehat dokter yang baru saya temui kemarin, saya kembali datang rumah sakit. Diam, tanpa komentar apa-apa. Saya siap-siap menyandang tas kecil kesayangan  saya dan lekas berangkat. Teman sekamar yang sedang asyik mencuci baju pun mengira saya terlalu rajin pagi-pagi sudah datang ke kampus. Hehe, saya memang sengaja, tak mau orang lain tahu saya hendak ke rumah sakit. Why? saya tak ingin merepotkan lagi dan tak ingin membuat heboh. Just it!!!

Saya putuskan naik kendaraan masyarakat (hehe) alias angkot berlabel O, turun di depan rumah sakit tepat. Kembali memasuki tempat yg kemarin, saya langsung diperiksa dokter yang berbeda. Badan saya terlalu lemas katanya. "Mau diinfus ya Eka?" tanya si perawat sembari dokter memeriksa keluhan saya lainnya.

Jujur saja, saya tak takut jarum suntik. Tapi, harus disuntik dibagian tangan  yang terlihat mata? oh no...saya ngeri. Akhirnya, meski takut, saya jalani saja kemauan si dokter. Melihat jarum suntik, botol kecil, handsaplast, dan aneka peralatan lainnya langusng buat saya horor. Sambil menahan sakitnya, saya cuma bisa memejamkan mata. Alhasil, mata terbuka, kapas, hansaplast, selang, dan infus sudah terpasang maning di tangan kanan saya. Skit jelas. Tapi tak saya rasakan.

Saat itu, saya merasa lebih baik. Setidaknya, tubuh lemas yang sempat mendera sedkit berkurang. Nah, masalah timbul saat saya diminta menebus obat, suntuikan vitamin infus, cek darah di lab, dan lainnya.

"Nona Eka, mana yang ngantar"
"Ndak ada bu, saya sendiri," cukup menyesal juga saya harus menjawab seperti itu. Kenapa tasi saya tidak mengajak seorang teman. Dwi, misalnya.

"Siapa yang nebus ini semua?" tanya si perawat perempuan yang ternyata asalnya dari lamongan juga euy.
"Nunggu teman saya ya bu" jawabku spontan. Meski aku sendiri bingung, siapa orang yang bakal repot kupanggil kesini.
Tiba-tiba, datang seorang perawat laki-laki, semabri guyon dia minta uang biar dia yang bnebusin obat dan sebangsanya. Cuma kujawab senyuman dan bilang temanku bakal datang. Padahal, saya belum menghubungi siapa pun.

Sosok yang terlintas dipikiran saya kala itu hanya seorang, mbak tyas. Namun sayang, mbak Tyas sedang berada di luar kota. Sempat terpikir pula Dwi, tapi dia  (lagi2) jjam segitu belum mandi dan bisa dipastikan saya bakal menunggu lama. Teman himpunan? sudahlah jangan, toh mereka sedang sibuk dengan kegiatan, saya tak mau merepotkan. Akhirnya, saya hubungi adik galau saya. Sekitar lima belas menit kemudian dia sampai. Melihat saya yg tengah dipasang infus rasanya bakal ada sesi omel-omel seperti yang dilakukan teman lainnya.

Ksihan adek saya satu itu, baru sampai dan baru sempat duduk untuk sekedar menghela nafas. Aneka resep sudah disodorkan. hmmm.. saya cuma bisa bilang terima kasih, terima kasih, dan terima kasih. Sudah dua hari ini dia benar-benar saya repotkan.

Sebelum dia datang, si doketr sempat menawarkan lagi opname. Keputusan saya yg sebelumny mau opname, akhirnya saya batalkan. Why? ndak bisa, saya takut berada di rumah sakit. mendengar banyak yg menagis kesakitan, saya tak tega.

Akhirnya, setelah dua botol infus habis, saya pulang. Bukan ke rumah lamongan, bisa-bisa limbung di jalan. Bukan pula ke kos, saya khawatir pada heboh jengukin saya. Saya putuskan pulang ke rumah mbak. Eh, ternyata ramai banyak temennya, mana bisa saya istrahat. Seperti kutu loncat, saya pindah ke rumah budhe saya, lebih tenang disana.

Satu hal yang tidak terduga, wildan dan Dwi. Sobat dekat saya sejak masih berstatus mahasiswa baru. Sudah pula kuanggap sebagai kekuarga. Mereka datang ke rumah budhe saya sekedar melihat keadaan saya. So sweet. Meski cukup kasihan juga, mereka sempat nyasar. Wuw, tapi sempat-sempatnya menikmati es krim.

Yang lebih so sweet lagi, keluarga ITS online. Cuma lima orang tapi benar-benar menghibur saya malam itu. Rsanya sakit ini jadi tak berasa. Sebuah boneka lumba-lumba pun ditangan. Entah siapa yang membelikan. Tapi yang jelas, bakal saya sayang dan saya jaga lumba-lumba lucu ini. Hehe, menambah koleksi lumba-lumba saya. Ynag belum kesampaian, boneka lumba-lumba ukuran super jumbo nih hehe.

Tapi yang jelas, saya hanya bisa berucap terima kasih buat semuanya ^^


Labels : Free Wallpapers | Supercar wallpapers | Exotic Moge | MotoGP | Free Nature | car body design

sesuatu banget!!!

Malam ini, pulang ke kos, saya langsung berniat tulus istirahat. Tapi, teman sekamar saya langsung iseng mempertontonkan video yang tidak terduga. Kirain video apa, ternyata....gubrak hehe

luar biasa kan videonya, sepertinya teman sekamar saya memang lagi menyukai hal-hal berbau seperti ini. heh, ohya, ternyata video ini dikasi si yuni. Luar biasa....

Labels : Free Wallpapers | Supercar wallpapers | Exotic Moge | MotoGP | Free Nature | car body design

Sehat itu Mahal


Kali ini, aku menginjakkan kaki kembali di rumah sakit. Kepala sudah rasanya berputar-putar, ditambah perut pun ikut-ikutan tak mau diajak kompromi. Tak perlu heran, ini bukan pertama kalinya. Seringkali hal ini terjadi. Dan saya hanya diam. Lantas, mau apa? menggembor-gemborkan kalau kondisi fisik sedang tak baik? oh No...!!! saya tak ingin terlihat lemah terutama di depan mereka.

Mungkin ini tahap akumulasi. Saya bukan orang yang tak mau makan teratur. Bukan pula orang yang benci makan banyak, lantas mengutamakan diet diatas segalanya. No, saya bukan orang seperti itu. Hanya saja, saya terkadang tidak punya nafsu makan. Pulang malam kuliah dari segunung aktivitas, membuat saya tak punya selera makan di malam hari. Makan roti  atau mie cukup sepertinya, pikirku kadang-kadang. 

Akibatnya, luar biasa. Sakit perut ini tak kelar-kelar. Muntah-muntah pun rasanya jadi kebiasaan. Sakit rasanya? jelas. Terkadang, tanpa diminta air mata saya tumpah pelan. Meski itu tak pernah saya lakukan didepan orang lain. hehe...bahkan, di depan teman sekamar sendiri pun rasanya tak akan saya lakukan.

Setelah seminggu tak ada prubahan berarti, rumah sakit akhirnya saya datangi pula. Jujur saja, sebenarnya saya benci datang ke rumah sakit. Tempat ini mengingatkan peristiwa 16 tahun lalu saat seseorang tergolek lemah dengan sakit jantungnya. Tak hanya itu, bau obat pun terasa memuakkan. Baru selangkah saja di depan tulisan IGD, saya sudah gemetar. Takut...

Seorang perawat mendatangi saya, memeriksa sedemikian rupa. Selanjutnya, injeksi di bagian tangan. Jujur, saya benci diinjeksi yang terlihat mata. Dengan mata tertutup, saya berdoa komat-kamit supaya tak terasa sakit. GIla, respon injeksinya cepat sekali. Belum ada dua langkah si perawat meninggalkan saya, terasa sekali obat itu mengalir. Efeknya, disitu juga saya terasa ingin muntah hebat. Pantas, si perawat bilang, saya disuruh istirahat dulu.

Setelah setengah jam lebih saya tiduran di salah satu kamar rumah sakit, seorang dokter yang terlihat memakai baju koko (hehe), datang menghampiri saya. "Eka, opname ya," ucapnya santai. Tapi, kata-katanya langsung membuat saya kaget. Hah? opname? tak pernah istilah ini terlintas di benak saya ketika saya sakit. Apa coba yang dipikirkan ibu saya ketika mendengar kata-kata ini? jelas, saya langsung disuruh pulang. 

"Eka, sudah cek ke laab di lantai 3?" apalagi ini? benar-benar dokter ini hobi membuat saya shock. Saya menolak. Saya benci rumah sakit, bagiamana bisa saya harus menghabiskan waktu disrumah sakit dan membiarkan tangan saya diinjeksi untuk kedua kalinya? tidak...

Hmm, saya sadar sehat itu mahal. Dalam seminggu sakit saja, ratusan ribu uang sudah saya habiskan. Padahal, dengan tabungan itu, ingin saya berikan sebuah hadiah. Tak apa, disyukuri saja. Meski makan nasi terasa sulit, setidaknya, bubur dan roti masih bisa setia menemani perut ini. Allah kan tidak pernah menguji hambanya melebihi batas kemampuannya. Saya yakin itu. Saya ingin sehat. Berusaha sebaik mungkin mengubah pola makan, istirahat, dan jam aktivitas. 

Semangat!!! :)






Labels : Free Wallpapers | Supercar wallpapers | Exotic Moge | MotoGP | Free Nature | car body design

Semangat!!!

Hati manusia adalah kandungan rahasia dan sebagian lebih mampu merahasiakan dari yang lain. 

Bila kamu mohon sesuatu kepada Allah 'Azza Wajalla maka mohonlah dengan penuh keyakinan bahwa doamu akan terkabul

Allah tidak akan mengabulkan doa orang yang hatinya lalai dan lengah.

(HR. Ahmad)

Labels : Free Wallpapers | Supercar wallpapers | Exotic Moge | MotoGP | Free Nature | car body design

Bapak Penjahit Baik Hati

Wajahnya benar-benar menampakkan jelas  usianya yang tak lagi muda. Penuh kerutan, rambut pun telah berubah warna. Satu hal yang yang pernah tertinggal dari wajahnya adalah kacamata yang setia bertengger manis di hidung mancungnya. Dialah bapak penjahit sebelah kos saya. Tanpa tahu namanya, ia seperti seorang kakek bagi saya.

Sebutan kakek rasanya memang terlalu kejam untuk bapak satu ini. Karna usianya pun tidak bisa dibilang kakek-kakek. Mungkin sekitar 55-an. Mungkin, tapi rasanya lebih dari itu hehe. Sudahlah, saya memang tak pandai menaksir usia orang.

Dia ramah, suka bercerita banyak hal pula. Cerita keluarga hingga rumah gedongnya yang melebihi luas kantor kelurahan dekat kos saya pun sudah masuk daftar kisahnya. Cerita ini pun baru saya dengar tadi pagi sebelum berangkat kuliah. Dan akhirnya, kuliah saya telat setengah jam. Fantastis, saya langsng dicoret dari daftar yang masuk hari itu. Hmm...semester lalu pernah mengalami hal serupa. Taka apa, tinggal mengikuti sisa waktu kuliah dengan baik sembari berdoa. :)

Back to Mr Tailor, saya kenal bapak penjahit ini sekitar dua tahun lalu. Tepatnya, sejak saya menginjakkan kaki di kos Jalan Arif Rahman Hakim 102 samping kanan minimarket Mawaddah (hehe). Hampir setiap kali saya ingin menjahit baju, pasti lah bapak itu yang menjadi langganan saya dan teman-teman. Simple saja, jahitannya memang terlihat apik, rapi, dan sesuai keinginan si empunya. Tak heran, tempat jahitnya selalu ramai dengan pengunjung setia.

Jujur saja, saya senang melihatnya hari ini. Dua bulan terakhir, tak saya temui wajahnya apalagi deru mesin jahitnya. Ya, dia sakit parah. Hingga makan nasi pun sudah tak bisa. Cukup roti dan susu, seperti yang tengah saya alami kali ini.

"Saya sakit perut parah, harus terapi sepuluh hari lho,"
Miris, saya tak tahu. Andai saya tahu, pasti sudah saya jenguk dengan sekeranjang buah-buahan. Pertanyaanya, mau jenguk kemana? maaf, saya baru tahu alamat rumahnya 14 jam lalu. Sidosermo gang 5, rumah lantai 2 yang luasnya melebihi kantor kelurahan. Oke, akan saya ingat dengan jelas. 

Masih dengan wajah pucatnya, ia menjelaskan sakit parahnya. Bhakan, opname yang harus dijalani tapi ia  tangguhkan begitu saja. Kenapa? 
"Saya tidak ingin merepotkan siapa pun"
Begitu katanya, termasuk jelas merepotkan keluarganya. Sakit hingga sebegitu rupanya, ia tak ingin meminta uang dari tiga anaknya yang sudah bekerja. Iya kalau anaknya punya uang, begitu pikirnya. Nyatanya, tak hanya keluarga dekat, keluarga jauh beserta tetangganya tak mencium bau sakitnya.

"Keluarga saya jauh-jauh. Kasihan kalau harus datang kesini cuma melihat saya sakit. Lebih baik ongkos perjalanannya mereka simpan,"
Saya hanya terdiam mendengar penuturannya.

"Saya tidak mau mengganggu kesibukan tetangga. Mereka pasti sudah repot. Biar ini saya tanggung sendiri,"
Saya, lagi-lagi, terdiam. Baginya, sakit ini milik Allah. Ia hanya bisa berdoa agar diberi kesembuhan. Amin.

Meski hari ini masih sakit, ia pun tak mengatakan apapun pada istri dan anak bungsunya. Hanya ungkapan "saya baik-baik saja", ia mengawali kebiasaan menjahit seperti dahulu. Sebenarnya, saya masih terheran-heran, jika rumahnya saja segedong itu, lantas buat apa dia kerja lagi. 

"Tak ada uang, mbak. Nanti kalau butuh bayar pengobatan, masa saya mau minta anak. Lha, kalau libur kerja, tak ada pemasukan,"
Luar biasa. Meski baru bercerita sebagian kecil kehidupannya, saya senang mendengarkannya. Saya hanya bisa berharap, bapak penjahit baik hati ini segera sembuh dan diberikan kemudahan.

:)

Labels : Free Wallpapers | Supercar wallpapers | Exotic Moge | MotoGP | Free Nature | car body design

Realistis!!!

 

"Berpikirlah realistis,"
Itu adalah kata-kata yang diucapkan si psikolog saya. Saya mencoba sedikit mencerna. Antara bimbang, pusing, dan berpikir keras yang berimbas kepala saya cenut-cenut lagi, saya sedikit mendapat pencerahan.

Flashback, semua hal yang terjadi dua tahun terakhir ini berputar-putar dalam benak saya. Senang, tersenyum, sedih, kecewa, menangis, dan perasaan lain yang campur aduk menjadi satu menyadarkan saya akan satu hal. Yah, adanya perasaan itu.

Perasaan yang datang terlalu tiba-tiba tanpa permisi. Menempati banyak ruang seolah tak mau tahu jika pemiliknya benar-benar ingin menolak. Perasaan yang terkadang menjadi pengunjung setia benak saya meski pintu benak saya sudah berkali-kali menyatakan "Dont enter".

Tetap saja ia seenaknya menyerobot masuk. Sepertinya, perlu polisi khusus buat menghadang. Racun serangga pun agaknya jadi pilihan menarik untuk membasminya. Tapi sekali lagi, itu susah kawan. Ketika ramuan duniawi tak mampu menjadi solusi terbaik, maka jawabnya hanya satu. Mengingat Allah dan melantunkan ribuan doa.

Saya tengah melakukan itu, berkali-kali malah. Tapi, terkadang, ia memang datang tanpa dijemput, pulang tak diantar. Layaknya jelangkung saja. hehe. Berkali-kali pula psikolog gratisan saya memberikan petuah. Hasilnya? Alhamdulillah..saya sadar sesuatu.

"Mulailah langkah baru, mulai dari nol,"
Kata-kata itu juga ternginag-ngiang di telinga saya. Oke pak, bukannya sejak awal saya yang telah memproklamirkan pilihan itu. Berarti memang sudah saatnya saya melakukannya, tanpa perlu merisaukan hal apapun yang terjadi.

Semoga ini mudah, meski tak semudah membelikkan telapak tangan. :)







Labels : Free Wallpapers | Supercar wallpapers | Exotic Moge | MotoGP | Free Nature | car body design