smile

share for smile

Huhuhu

Bagaimana rasanya diomel berkali-kali, berjam-jam, bermenit-menit, berdetik-detik?
(agak lebay) hehe

Okelah, saya harus belajar
REMEMBER IT!!!


Labels : Free Wallpapers | Supercar wallpapers | Exotic Moge | MotoGP | Free Nature | car body design

Koplak!!!

Sekedar iseng pingin nulis kegejean ini hehe (menghibur diri)

Empat orang geje sedang makan bersama. Beginilah orang geje kalau ketemu sambil ngobrol ngalur ngidul. Usai makan dengan diiringi musik aneh (sumpah aneh pool), tagihan harga makanan yang kita makan pun diberikan si mbak-mbak.

saya: "Aduh aku ndak bawa dompet"
I: "Aduh uang ketinggalan ini"
H: "Aduh, namaku siapa ya?"

all:  speechlees
huahaha 
Labels : Free Wallpapers | Supercar wallpapers | Exotic Moge | MotoGP | Free Nature | car body design

Jakarta-Bogor-Bandung-Surabaya

Jakarta

Banyak yang kita lewati disana. Blok M, blok A, Pulo Gadung, dll. Kaayaknya dari paling utara sampai selatan sudah kita telusuri. Dimulai dari kawasan monas, Pangkalan Jati, Cipete, Bekasi, sampai kawasan Bandara soekarno-Hatta (ceile....)
 apik kalo malam hari lho
 akhirnya, seumur-umur keturutan juga naik bajaj hehe
 terminal bekasi niih
 Ini dia ketoprak, cuma beda dikit sama gado-gado. asli uenak tenan!

 jakarta dari atas jembatan halte Sarinah
 Wuih, keren! (agak katrok ini saya hehe)
 Menunggu busway gara-gara partner saya ngidam naik busway
 Terdampar di pemberhentian busya terakhir aliass ancol. Ternyata kita salah jalur, padahal mau ke bandara
alhasil, ketinggalan bus damri
Dika, anak kecil yang kukenal di Bandara. Lucu, imut, nggemesin.
Seneng bercanda sama dia
(maap ya ibu dan ayahnya kalau saya ganggu anaknya hehe)

Bogor
 Di Bogor, namanya Jambu dua. Kalau Lamongan Jeruk dua hehe
angkot pakai angka dan huruf lho. Misal, 08 A

Bandung

Karena perjalanan ke Bandung sangat panjang, kita sudah terlelap. Sampai di Bandung pun capek kuadrat. Alhasil, tak banyak yang diabadikan.

Surabaya

Perjalanan ke Surabaya diakhiri dengan pesawat Lion Air hehe

Sayangnya sesampai di bandara, ada kejadian yang membuat saya kesal pangkat seribu. Bagaimana rasanya menunggu orang selama berjam-jam di pagi buta tanpa konfirmasi jelas. Padahal, dia sudah janji. Kesel? iya. Sumpek? iya juga. Pengen ngomel? jelas!!!

Haha, tapi sudahlah, keselnya sudah hilang setelah tahu permasalahannya. Untung saya tak menunggu sendirian. Coba kalau sendirian? wuh...silet..silet hahaha

Oke, tamat sudah perjalanan wawancara.
Now, nulis buat bukunya!!!
Oh inspirasi datanglah!!!

Labels : Free Wallpapers | Supercar wallpapers | Exotic Moge | MotoGP | Free Nature | car body design

Narasumber Super Baik :-)

Jakarta-Bogor-Bandung, long trip yang luar biasa. Dari satu bis ke bis lainnya. Dari angkot satu ke angkot lainnya. Bahkan, dari ojek dua ke ojek tiga lainnya huehe. Meski capek, kita bersyukur bertemu narasumber yang luar biasa.
 Bu Subagyo, anak Dr Angka Nitisatro
urutan jalan menuju rumah beliau
(jalan fatmawati-pasar pondok labu-lapangan golf-kompleks angkatan laut-jl walikukun 15)
 Pak Hariadi, anak pak Sumadjo
(nyasar hingga magrib)
 Pak Toni, anak Dr Angka Nitisatro
rumah beliau di Bogor lho
Bu Ryani, anak BG Munaf
tahu BG Munaf? salah satu nama aula di Fakultas Teknologi Kelautan ITS

Mendengar cerita mereka semua tentang orang tuanya benar-benar menyenangkan. Mengingat sosok yang berarti dalam perjalanan hidup.

Labels : Free Wallpapers | Supercar wallpapers | Exotic Moge | MotoGP | Free Nature | car body design

No Map No Cry!!!

Hikmah yang bisa kita petik di hari pertama menyusuri kota Jakarta adalah NO MAP NO CRY!!! Tahu apa artinya? Yup, kita berhasil sampai ke tempat narasumber dengan selamat tanpa sebuah peta di tangan. 

Tujuan pertama kita adalah Gedung Kemetrian BUMN, menemui sang Deputi BUMN. Pak Irnanda namanya. Dia sosok yang luar biasa lho. Tak heran bila ia didapuk jadi pucuk pimpinan IKA ITS. Saya masih ingat jelas letak kantornya. Asik lho, tepat berhadapan dengan monas. permasalahannya, dari Bekasi ke monas mau lewat jalan mana? Iya kalau Jakarta seluas keputih.

Dewi fortuna datang tiba-tiba. Saat bertanya jalan di lampu merah, seorang bapak-bapak berjaket hitam menawarkan bantuan. Cukup ikuti dia sampai tugu tani. Ok, sip melaju dah!!!
kayak ninja ini (lagi nunggu bapak berjaket hitam di kantor imigrasi)
Geje di atas motor
Ya ampyun, kita kelihatan pendek banget
So far, terima kasih sangat untuk pak Irnanda buat segala bantuannya. Beliau benar-benar alumni yang enak diajak ngobrol panjang lebar, meski....(teringat obrolan singkat dengan beliau)

PI: "Kalian darimana? naik apa kesini?"
E: "Dari Bekasi. Naik motor pak"
PI: "Haaaah?(shock berat). Nekat sekali tapi saya salut sama kalian. Kecil-kecil kayak anak SMA tapi berani"

(speechless)

PI: "Narasumbernya dimana saja?"
I:"di Jakarta Selatan pak, di Bogor juga,"
PI:"Jauh ya. Maau naik apa ke Bogor?"
E:"motor pak"
PI:"Haah?(shock pangkat seribu). Kalian kecil gini, nanti kalau kesenggol bis gimana"
kita: (speechless lagi)

E: "Pak, kita foto sama bapak ya"
PI: "Iya boleh (memanggil sekretarisnya). Mbak, fotoin saya sama anak SMP ini"
kita : alamak trun jabatan dari anak kuliah ke anak SMA, sekarang anak SMP (dalam hati doang)

Tapi serius, ngobrol dengan beliau seru abais, anak muda banget. Apalagi pas cerita tentang istri dan anak-anaknya hehe.
Semoga lain waktu bisa ngobrol lagi pak :-)

Labels : Free Wallpapers | Supercar wallpapers | Exotic Moge | MotoGP | Free Nature | car body design

Long Trip :-)

Beberapa hari lalu, saya ditugaskan menemui narasumber untuk menuntaskan buku Memoar oh Memoar (Semoga segera kelar Ya Allah :-)). Tak jauh-jauh, cuma di Jakarta saja kok (cuma? padahal sampe gempor hehe). Dalam tiga hari tugas menemui sekitar lima narasumber dan satu pentolan IKA ITS mau tak mau harus kelar. Gilak, tanpa tahu alamat pastinya lho!

Perjalanan dimulai hari Rabu lalu dengan datangnya telepon singkat, kereta bakal berangkat jam 14.00. Wuehe, persiapan pun secepat kilat. Partner saya melancong ke Jakarta, Ima, tak ketahuan rimbanya. ditelepon tak diangkat, disms tak terkirim, huah..(iklan: ak gak punya pulsa). Tapi alhamdulillah menjelang waktu kritis, kita dipertemukan (haha kaya apa aja).

Sebelum berangkat ke stasiun, jutaan petuah dilontarkan pada kami. "Jangan lupa sholat, makan tepat waktu, beli tiket pulang, ketemu narasumber, dan irit uang ya" (panjang kan? tapi diinget kok hehe). Maklum saja, semua pada khawatir bila duo maia (ups, duo keren) ini berangkat bersama. Takut galau di jalan katanya. Alamak, kita mah strong, tenang aje!

First Day
Lebih dari 13 jam kita beradu dengan panasnya kursi kereta. Alamak, mau tidur rasanya rempong amat. Alhasil, dini hari pun saya masih terjaga kayak satpam kereta. Dan Ima bisa tidur lebih panjang dari saya, hiks. Tak apalah, waktu itu saya gunakan untuk mengamati keadaan sekitar saya. Tepat depan kursi saya, seorang anak duduk termenung. Umurnya sekitar 15 tahun, pikirku. Kuajak saja ngobrol. Taapi, ada yang aneh, dia tak merespon dengan baik, hanya menggelengkan kepala dan memutar bola mata melihat sekitar pula. Muncul tanda banyar di benak saya ???????????????????

Tepat pukul 3.00, ibu anak tadi terbangun. Menyuruh sang anak tidur berbaring, ia ganti duduk di sebelah saya. Agak takut, aku mencoba tanya pada ibu itu. Cerita itu pun meluncur begitu saja. Tahu tidak, anak itu seumuran denganku rek. Hanya saja dia menderita gangguan syaraf. Ya Allah, hal ini membuat kita semakin bersyukur dengan segala kelebihan dan kekurangan yang dimiliki.

Nah, kita sampai di stasiun Bekasi pukul 8.00 wib. Langsung saja menyusuri loket dengan satu tujuan, mencari tiket pulang. Yang terlihat hanya satu tanda silang yang beraarti tiket ekonomi, bisnis sudah habis hingga tanggal 14 Februari. Mampus loe!!! Entahlah, itu dipikir nanti, kita capek langsung menuju elf besar ke rumah saudara Ima di daerah Tambun. Lumayan jauh juga ternyata. Turun dari elf, kita musti naik ojek ke perumahan (apa ya namanya? lupa).

si Keisha, imut ngemesin dah (ponakan Ima)
#maap ffoto miring mulu

Setelah istirahat 1,5 jam, dimulailah perjalanan panjang kami mencari narasumber Jakarta tanpa sebuah peta. Kita butuh peta Dora!!! Tapi, nyatanya sulitnya mencari peta bak sulitnya mencari jarum dalam tumpukan jerami (agak lebay).

Labels : Free Wallpapers | Supercar wallpapers | Exotic Moge | MotoGP | Free Nature | car body design

Tahu Nggak Sih Loe Sejarah Tekkim?

Maaf kalau judulnya agak lebay, ya maklum saja biar tak terkesan sejarah banget. Iseng-iseng ngepos mumpung nemu arsip Tekkim jaman dahulu ini.

-----------

Berkenaan dengan disyahkannya ITS menjadi perguruan tinggi negeri dengan 5 fakultas, maka dibentuklah panitia yang terdiri atas 10 orang berdasarkan surat keputusan Si/381/PII/Sg/60. Panitia tersebut mempunyai tugas  menyusun kurikulum tiap-tiap fakultas. Untuk Fakultas Teknik Kimia yang duduk dalam panitia adalah Ir. Soegeng Soendjaswadi (Mantan Direktur Utama PT IGLAS dan Ir. Padio Surjodiningrat. (Mantan Direktur Utama PT Semen Gresik). Kemudian pimpinan pertama Fakultas Teknik Kimia dipercayakan kepada Ir. Soegeng Soendjaswadi mengingat kepakaran beliau di bidang Teknik Kimia. Memulai pendidikan Teknik Kimia di UGM Jogyakarta kemudian mengambil Master di A.M Institute Technich, Fuel Engineering di Sheffield University di Inggris. Lalu, mengambil bidang Chemical Engineering di Lehigh University, Bethehem, Pensylvania Amerika serikat, menjadi pengajar pula di Fakultas Teknik Kimia UGM serta beberapa jabatan penting lainnya  seperti Direktur Utama PT IGLAS, anggota DPR/MPR RI dll. Beliau memimpin Fakultas Teknik Kimia s/d Maret 1963. dan wafat pada 23 April 1991. Pengganti Ir. Soegeng Soendjaswadi sebagai pimpinan Fakultas Teknik Kimia  kemudian dipercayakan kepada Ir. Soenjoto. 
Pada awal operasi Fakultas Teknik Kimia, dapat dibayangkan betapa besar kesulitan yang dihadapi, sebab tenaga pengajar sulit didapat dan fasilitas pendidikan sangat minim. Sehingga tidaklah mengherankan kalau pada tahun ajaran 1962/1963 terjadi kemacetan total bagi angkatan pertama (1960/1961) selama satu tahun. Namun atas partisipasi aktif dari anggota PII, maka angkatan pertama tetap bisa berjalan. Keadaan Fakultas Teknik Kimia mulai membaik pada saat kepemimpinan dipegang oleh Ir. Abimanjoe. Pada saat inilah susunan staf pimpinan dilengkapi dengan para Pembantu Dekan. Ir. Abimanjoe memimpin Fakultas Teknik Kimia selama kurang lebih 6 bulan.

Pimpinan Fakultas Teknik Kimia selanjutnya dipegang oleh Ir. Soewardjo Adikoesoemo, yang sebelumnya telah menjabat sebagai Pembantu Dekan I. Ir. Soewardjo Adikoesoemo memimpin Fakultas Teknik Kimia sampai dengan tahun 1965. Pak Soewardjo sempat menjadi anggota DPR/MPR kemudian kembali lagi ke Jurusan dan kemudian beliau aktif sebagai dosen tetap Jurusan Teknik Kimia  Universitas Pembangunan Veteran Surabaya. Beliau wafat pada tahun 1999. Dosen tetap pertama Fakultas Teknik Kimia adalah Ir. Soelastri Darwati yang masuk di ITS pada tahun 1963. Pada tahun 1965, jumlah tenaga tetap menjadi 5 orang. Akan tetapi fasilitas pendidikan masih minim.

Pada awal didirikan semua kegiatan praktikum dilakukan di laboratorium milik IKIP atau dikenal dengan B1 Kimia dan AAL, kemudian pada September 1967 atas kerjasama dengan orang tua mahasiswa Fakultas Teknik Kimia ITS mendirikan Laboratorium di kompleks Baliwerti. Sejak saat itu, kegiatan laboratorium dilakukan di laboratorium milik sendiri. Pada tahun 1967, Fakultas Teknik Kimia telah memiliki Laboratorium Kimia Analitik, Kimia Fisika, Material dan Laboratorium Penelitian/Skripsi.

Pendidikan di Fakultas Teknik Kimia ITS pada tahun 1967 disusun atas dasar minimal 5 tahun atau 10 semester untuk tingkat sarjana, untuk tingkat sarjana muda (Diploma), dilaksanakan minimal dalam kurun waktu 3 tahun atau 6 semester sudah termasuk kerja praktek dan tugas akhir. Kurikulum juga diatur, hal ini bertujuan agar calon-calon sarjana teknik kimia dapat dibekali dengan pengetahuan dan latihan yang cukup sehingga diharapkan mampu menghadapi perubahan dan perkembangan zaman. Sistem satuan perkuliahan yang digunakan untuk menyusun kurikulum pada saat itu adalah sistem UNIT. Pada waktu itu kurikulum Fakultas Teknik Kimia disusun berdasarkan tingkat yang semuanya terdiri dari Tingkat 1 sampai dengan Tingkat 5.

Untuk lulus menjadi seorang sarjana Teknik Kimia ( Insinyur atau disingkat Ir.) seorang calon mahasiswa harus melalui test masuk dan setelah diterima mahasiswa harus ikut kegiatan “perpeloncoan” selama satu minggu. Acara ini biasanya diakhiri dengan malam innagurasi dimana semua atribut dilepas dan dibakar dalam api unggun. Suasana keakrapan antara senior dan junior terlihat dalam pesta ini. Pesta tidak berhenti sampai disitu tapi biasanya berlanjut dengan pesta malam keakrapan antara sivitas akademika. Pesta ini biasanya diakukan di tepi kolam renang Kolombo atau kolam renang Tegalsari.
Setelah itu mahasiswa masuk kuliah dan harus melampaui lebih dulu PR 200 yang saat itu menjadi momok bagi semua mahasiswa ITS. Isi pokok PR 200 ini seorang mahasiswa harus lulus tingkat dua dulu sebelum mengikuti tingkat berikutnya. Mahasiswa yang tidak lolos PR 200 langsung di DO. Mahasiswa harus melalui total 273 Unit untuk lulus sarjana. 273 Unit ini terbagi dalam beberapa mata kuliah, praktikum, dan tugas akhir. Sebagai ilustrasi perbandingan antara sistem SKS dan sistem Unit dapat dicontohkan dengan mata kuliah Unit Operasi.

Dengan berkembangnya waktu,  pada tahun 1978 Fakultas Teknik Kimia yang bertempat di Baliwerti telah memiliki beberapa ruangan dan laboratorium baru. Ruangan-ruangan yang telah dimiliki pada saat itu antara lain: ruang kuliah, ruang pimpinan, ruang dosen, ruang perpustakaan, sidang, dan ruang administrasi. Sedangkan laboratorium-laboratoriumnya antara lain: laboratorium kimia analisa, laboratorium kimia fisika, laboratorium mikrobiologi, laboratorium kimia organik, laboratorium ekeltrokimia, laboratorium prinsip-prinsip teknik kimia, laboratorium skripsi dan laboratorium penelitian khusus.

Pada sesi akhir perkulihan di Fakultas Teknik Kimia diakhiri dengan ujian lisan Perancangan Pabrik. Dimana pengujinya terdiri dari unsur dosen dan wakil dari anggota PII. Pada awalnya ujian lisan ini dilaksanakan diruang kantor Pimpinan Teknik Kimia yang menempati bagian belakang sebelah Selatan dari kampus Baliwerti. Kemudian setelah gedung Pimpinan selesai dibangun di bagian utara gedung utama Baliwerti, ujian dilaksanakan di gedung baru tersebut.

Sejak tanggal 27 maret 1982, Fakultas Teknik Kimia secara keseluruhan pindah dari Baliwerti ke Sukolilo. Fakultas Teknik Kimia ITS menempati Gedung O dibagian Selatan Kampus ITS Sukolilo. Dekan waktu itu dijabat oleh pak Oedjoe. Bantuan ADB selain dipakai membangun gedung dan mengirim tenaga edukatif untuk sekolah lagi ke Luar negri juga dipakai untuk membangun laboratorium dengan segala fasilitasnya terutama peralatan lab.yang sangat dibutuhkan. Pada saat itu konsentrasi pembelajaran dibagi menjadi 4 konsentrasi yaitu Bidang Perancangan Pabrik, Perancangan Alat, Bidang Proses Kimia dan Bio Teknologi. Semua dosen dikelompokkan pada bidang bidang tersebut untuk melakukan pelaksanaan Tridharma seperti pengajaran dan penelitian.

Fakultas Teknik Kimia Beralih ke Jurusan Teknik Kimia
Pada tahun 1983, Fakultas Teknik Kimia berubah menjadi Jurusan Teknik Kimia FTI-ITS. Sejalan dengan pengembangan SDM dan Fisik maka kurikuklum juga berubah. Perubahan dari Sistem Unit ke Sistem Kredit Semester juga dilakukan di Jurusan Teknik Kimia semenjak Fakultas ini dikembangkan dengan dana ADB.Pada awalnya kurikulum dibuat 160 SKS dibagi dalam 10 semester lalu tahun 1990 berubah menjadi 152 SKS dalam 9 semester dan yang terakhir kurikulum untuk Tingkat Sarjana ditetapkan menjadi 144 SKS. terbagi dalam 8 semester.

Pak Oedjoe masih tercatat sebagai Ketua Jurusan Pertama, kemudian proses pergantian terjadi pada tahun 1983 dimana Ketua Jurusan dipimpin oleh Ir. Achmad Baktir M Sc. Pengiriman dosen keluar negeri terus berlangsung sehingga sampai pada akhir 80- an sejumlah tenaga doktor telah kembali ke ITS diantaranya Dr.Nonot Soewarno, Dr.Renanto H. Dr.Achmad Roesyadi dan Dr. Rachemoellah. Dengan banyaknya tenaga doktor di Jurusan Teknik Kimia maka pada kepemimpinan Dr.Achmad Roesyadi sebagai Ketua Jurusan Teknik Kimia tahun 1990 struktur pengelompokan dosen dirubah menjadi berbasis Laboratorium Penelitian,sehingga pengelompokan dosen juga dirubah menjadi kelompok peneliti di Laboratorium Penelitian. Beberapa Lab Penelitian didirikan dan setiap laboratorium dikepalai oleh seorang kepala lab. Dan dosen mengelompok dedalam lab.lab tersebut. Jadi di Jurusan Teknik Kima terdapat dua pengelompokan laboratorium yaitu laboratorium Pendidikan tempat mahasiswa melakukan praktikum reguler dan laboratorium Penelitian dimana dosen dan mahasiswa akhir melakukan penelitian.

Pada tahun 1991/1992 dalam rangka program stratifikasi dan pengembangan teknologi Jurusan Teknik Kimia mendirikan Program S2. Tercatat Ketua program Studi S2 pertama adalah Dr.M.Rachemoellah. Pada awalnya program S2 ini terlaksana dalam bentuk pengumpulan kredit S-2 bersama ITB. Mahasiswa S2 waktu itu harus ke ITB Bandung untuk menyusun rencana studinya, tetapi semua perkulihan dan pembimbingan dilakukan di ITS.  Pada tahun kuliah 1994/1995, program S-2 telah dikelola secara penuh oleh ITS.

Pada tahun 1990 terbit  Peraturan Pemerintah No. 30 tahun 1990, dimana semua Jurusan Non Gelar Teknologi (FNGT) dilebur kedalam jurusan-jurusan terkait di Fakultas yang menyelenggarakan program serupa tetapi dalam jenjang Sarjana (S-1). Oleh sebab itu, program D-3, Teknik Kimia. Bergabung kedalam Jurusan Teknik Kimia FTI.ITS. Dengan demikian sejak saat itu organisasi Jurusan Teknik Kimia mempunyai dua Program Studi Pasca sarjana dan Program Studi Diploma.

Guna meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia, khususnya para tenaga kerja yang ada di Indonesia, Jurusan Teknik Kimia FTI- ITS memberikan kesempatan bagi mereka yang bekerja untuk menempuh studi di ITS melalui jalur Program Pendidikan Ekstensi. Program ini di buka sejak Semester Genap 1995/1996 dan diselenggaran malam hari. Jurusan Teknik Kimia terus berkembang, berbagai bantuan juga didapat Bantuan ADB II Proyek QUE  proyek IMHERE melengkapi pengembangan Jurusan Teknik Kimia, terutama pengembangan SDM dan penambahan fasilitas laboratorium. Demikian  juga banyaknya dosen Teknik Kimia yang menyandang GURU BESAR turut serta dalam pengembangan Jurusan ini. Kemudian setelah dipandang cukup memadai baik dilihat dari segi SDM maupun fasilitas pada tahun 2001 dibukalah Program S3 di Jurusan Teknik Kimia. Ini terjadi pada saat Ketua Jurusan dipegang Dr.Ir.Sugeng Winardi.
----------
Jadi teringat, ketika saya ngendon di medical centre ITS, saya bertemu seorang dosen pensiun Teknik Kimia. Bu Darwati rek!!! Nyatanya, beliau adalah narasumber penting hehe. Kapan ya bisa ketemu lagi?
 
Labels : Free Wallpapers | Supercar wallpapers | Exotic Moge | MotoGP | Free Nature | car body design